Balada Gigi Mona dan Mono

Mona adalah sosok wanita mandiri dan percaya diri dalam kehidupan sehari-hari. Rajin bekerja dan termasuk wanita rajin di tempat dia bekerja. Dia menjadi seorang petugas administrasi perusahaan internasional. Nyatanya, dia memiliki mimpi lebih dari pencapaiannya kini.

Sedihnya, Mona selalu merasa malu dan tidak percaya diri ketika ia mulai tersenyum dan melihat gigi-giginya yang tidak teratur. Dia sering berkaca lalu berkata dalam dirinya, Kapan aku bisa memiliki senyum seperti dia?”

Sambil memandangi senyum peserta Miss Universe yang terbingkai rapi di sudut dinding rumhanya. Hal itu selalu memotivasi dirinya untuk menjadi salah satu peserta dalam ajang kecantikan tersebut, tapi apa daya dengan senyum tidak sempurna ini dia harus mengurungkan niatnya. beberapa hari kemudian dia mencari tahu tentang cara memperbaiki giginya tersebut lewat internet.

Di suatu hari, sepulang kerja dari tempat kerjanya Mona pergi nongkrong dengan teman SMA-nya. Saat itu Mona bertemu dengan sosok pria ganteng yang membuat hati Mona berdebar kencang. Mona mulai salah tingkah dan keringat dingin, beberapa kali dia mengusap dahinya dengan sapu tangan berwarna merah. Ternyata sosok itu adalah Mono pria yang tampak mapan dan kostumnya yang berkilau. Dia menunggangi “kuda besi” yang membuat dirinya terlihat seperti pria jantan.

Mereka mengobrol sampai lupa dengan waktu, akhirnya si Mono menawarkan untuk mengantarkan Mona pulang ke rumah dengan “kuda besi”. Wajah Mona merah merona antara mau dan tidak mau tapi akhirnya mau.

Dalam perjalanan Mono bercerita tentang pekerjaannya yang selalu memasangkan orang atau tetangganya kawat gigi bahkan kadang dia siap untuk di panggil ke rumah temannya hanya memasangkan kawat gigi.

Dari pekerjaan itu Mono bercerita sanggup mendapatkan jutaan rupiah dari pekerjaannya. Mona yang duduk kedinginan di belakang hanya menganggukkan kepala serasa apa yang dikatakan Mono adalah benar. Mono adalah seorang bintang hidupnya. Tidak lama kemudian sontak Mona teringat dengan mimpinya untuk menjadi seorang model dan ratu sejagat.

Mona bertanya kepada Mono tentang pemasangan kawat gigi. Mono menawarkan dengan sangat baik untuk datang ke rumahnya agar segera dilakukan pemasangan kawat gigi. Dan kawat gigi itu terpasang. Setelah itu, Mona selalu memamerkan senyum barunya dengan kawat gigi yang berwarna-warni seperti pelangi dan kadang mengganti karet giginya dengan bentuk Mickey Mouse biar terlihat cute.

Setelah beberapa bulan pemasangan Mona merasa giginya sakit dan goyang, gusi berdarah, dan keluar bau tidak sedap dari mulutnya. Mona datang ke rumah Mono untuk bertanya apa yang terjadi.

Sayangnya, Mono dengan polosnya menjawab, “Tidak tahu.””

Mona terkejut, “Loh bukannya kamu dokter gigi?”

“Saya bukan dokter gigi tapi tukang gigi,” balasnya.

Mona mulai panik dan takut jika giginya akan rontok semua karena geliginya sudah mulai goyang.

Akhinya, Mona memulai mencari perbedaan tukang gigi dengan dokter gigi.

Dia mendapatkan penjelasan bahwa tukang gigi atau ahli gigi seharusnya melakukan tindakan yang sesuai dengan prosedur pada awalnya. Hanya membuat gigi palsu bukan melakukan tindakan selayaknya profesi seorang dokter gigi, seperti perawatan orthodonsi (kawat gigi), pencabutan, penambalan gigi dan pembuatan mahkota gigi.

Selain itu Mona juga membaca tentang undang undang praktik kedokteran, UU 29/2004 pasal 73 ayat 2, menyebutkan setiap orang dilarang menggunakan alat, metode atau cara lain dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menimbulkan kesan seolah-olah yang bersangkutan adalah dokter atau dokter gigi yang telah memiliki surat tanda registrasi dan atau surat izin praktik.

Beberapa hari setelah membaca tentang kasus tukang gigi yang beredar di masyarakat, Mona merasa malu dan akhirnya ingin melepas kawat gigi yang dipasang Mono. Ia pergi ke dokter gigi di Klinik Gigi, bilangan Blok M, Jakarta Selatan lewat penelusuran di internet.

Mona akhirnya berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis orhodonsi yang berada di klinik itu, Informasi yang selama ini dicarinya seperti jenis kawat apa yang digunakan dan pemakaian berapa lama dan bagaimana prosedur pembersihan gigi dan kontrol rutin untuk membersihkan gigi beserta kawatnya dia dapatkan. Turut pula dia dijelaskan untuk bagaimana mengatur ruang gigi yang sesak sehingga tersusun rapi kembali giginya.

Akhirnya Mona mengikuti saran dan anjuran dokter tersebut. Kemudian Mona melepaskan kawat gigi yang dari Mono dan menerima beberapa perawatan awal seperti memperbaiki gusi yang bau, gigi yang goyang, dan membersihkan karang gigi serta menambal gigi yang berlubang.

Dia memperoleh pemeriksaan lanjutan seperti foto rontgen bagian kepala dan seluruh gigi. Setelah ke dokter gigi, Mona merasa giginya lebih terawat dan bersih. Dia rutin melakukan kontrol kawat gigi yang akhirnya membuat giginya rapi. Beberapa bulan akhirnya giginya telah rapi pada lengkung rahangnya. Senyumnya adalah titik pesonanya. Kepercayaan dirinya menyembul. Dia mulai berani mengikuti modelling dan berbagai macam perlombaan.

Di satu perlombaan, setelah mahkota kemenangan tersematkan di kepalanya, dia melenggang ke belakang panggung. Terllihat seorang lelaki yang senyum penuh arti kepadanya.

“Halo Mon, cantikku,” dia menyodorkan tangan untuk disalami.

“Siapa?” tanya Mona bingung sembari memutar memorinya.

“Mono, yang rapiin gigimu.”

Raut muka Mona berubah. Dia meninggalkan Mono. Lelaki itu hendak mencegatnya.

“Karenamu, saya hampir putus asa dengan mimpiku. Karenamu, saya hampir tidak akan jadi apa-apa. Maaf.”

Dan Mono hanya terdiam saat Mona meninggalkannya dari backstage. Di situ Mona merasa kemenangannya yang terbesar, dari kekalahannya di masa lalu.

 

Kesimpulan cerita ini, mau apapun perawatannya jangan percayakan kesehatan mulut dan gigi anda dengan tukang gigi, karena mereka tidak memiliki ilmu pengetahuan seperti dokter gigi, sudah banyak kasus yang kita temukan akibat pekerjaan tukang gigi dan ketika datang ke kami sudah dengan kondisi gigi bau dan gusi yang bonyok. Berikan edukasi orang disekitar anda tentang bahaya ini.

Konsultasikan kepada kami apa yang menjadi penyebab sakit atau tidak nyaman dalam kondisi gigi dan mulut kalian, kami tim Dokter Tiga Dental siap membantu kalian.

Comments are closed.