Tusuk gigi, amankah?

Oleh: drg. Sonia Margareth

 

            Tidak sedikit dari kita yang terbiasa menggunakan tusuk gigi setelah makan untuk membersihkan makanan yang terselip di sela-sela gigi. Selain mudah didapatkan di manapun, tusuk gigi juga mudah untuk digunakan. Namun apakah tusuk gigi baik untuk kesehatan jaringan mulut kita?

            Tampilan dari gusi sehat adalah meruncing di antara 2 gigi, berwarna pink, memiliki kontur yang baik (tidak bengkak), dan tidak mudah berdarah. Penggunaan tusuk gigi kayu dapat merusak gusi di area antara kedua gigi karena ukuran ujung dari tusuk gigi terlalu besar dan tumpul dibandingkan area tersebut. Apalagi bila dipakai pada gigi belakang, seringkali karena sulit dijangkau dan terlihat maka orang akan cenderung menusuk-nusukkan tusuk gigi ke sembarang tempat. Akibatnya gusi terkena trauma berulang, perlekatan antara gusi dan gigi hilang lalu selanjutnya bisa terjadi pembengkakan (abses).

Bagaimana solusinya?

Susunan gigi yang rapat terkadang membuat pembersihan di sela-selanya tidak cukup dengan menggunakan sikat gigi saja. Pada usia muda – 30 tahun, dianjurkan untuk menggunakan benang gigi/dental floss setiap setelah menggosok gigi.

FLOSS 1  

         Pertama, ambil benang gigi kira-kira 40 cm lalu lilitkan di kedua jari tengah kanan dan kiri. Kemudian pegang kira-kira 5 cm bagian benang dengan ibu jari dan telunjuk. Lalu masukkan benang gigi diantara sela-sela gigi secara perlahan dengan gerakan zig-zag, jangan sampai mencederai ujung gusi yang meruncing. Selanjutnya dengan gerakan naik turun, bersihkan area di sepanjang leher gigi. Aplikasikan gerakan ini pada semua sisi permukaan gigi. Bila bagian benang gigi yang telah terpakai sudah rusak atau kotor, maka geser ke bagian yang masih intak dan bersih.

Untuk gigi belakang yang kadang sulit dicapai dengan menggunakan benang gigi biasa, dapat digunakan benang gigi yang memiliki handle. Namun biasanya butuh lebih dari satu benang gigi untuk membersihkan keseluruhan mulut karena ukurannya lebih pendek dibandingkan dengan benang gigi biasa.

FLOSS2

        Pada usia 40 tahun ke atas biasanya kontur dari gusi sudah mengalami perubahan, yaitu kondisi gusi yang turun atau adanya sedikit jarak antara gigi karena ada kehilangan gigi. Dalam kondisi seperti ini penggunaan benang gigi tidak cukup efektif. Melainkan sikat gigi interdental/interdental brush yang dianjurkan. Cara menggunakannya adalah dengan memasukkan ujung sikat gigi di antara kedua gigi lalu tarik keluar secara perlahan.

FLOSS3

Penggunaan benang gigi atau sikat gigi interdental terlihat agak sulit, namun pembersihannya lebih efektif bila dibandingkan dengan tusuk gigi biasa. Selain itu kedua alat tersebut tidak menyebabkan trauma pada gusi bila diaplikasikan dengan benar. Mari meninggalkan penggunaan tusuk gigi yang merusak kondisi gusi dan mulailah menggunakan benang gigi atau sikat gigi interdental setiap hari untuk memaksimalkan kebersihan mulut kita.

Have a pearly wide smile, dear beautiful people

Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi kami Tiga Dental Jakarta

081290098225/081212173797/081219441585

Pin bb : 767CCF28

Pin bb : 5203AAB5

Untuk jadwal praktek drg.sonia, bisa klik link berikut:

Schedule

Comments are closed.